Senin, 30 Januari 2012

Museum Sampoerna Surabaya

Berlokasi di Jl. Taman Sampoerna No.6, Surabaya, Jawa Timur, House of Sampoerna menggunakan bangunan kuno warisan zaman Belanda yang dibangun pada tahun 1862. Liem Seeng Tee adalah pendiri Sampoerna, beliau membeli tempat ini di tahun 1932 awalnya digunakan sebagai panti asuhan untuk anak yatim piatu laki-laki dan kemudian menjadikannya sebagai tempat produksi rokok Sampoerna yang pertama.

House Of Sampoerna terdiri dari bangunan utama yang berbentuk auditorium dan juga 2 bangunan lainnya yaitu Rumah Barat dan Rumah Timur diatas tanah  seluas 1,5 hektar. Bangunan utama tersebut sekarang digunakan sebagai museum, Rumah Timur digunakan sebagai cafe dan Rumah Barat masih ditinggali oleh keluarga Sampoerna.







 
Didalam museum ini bisa ditemukan berbagai macam jenis-jenis tembakau dan cengkeh serta cara pemrosesannya, mulai dari pencampuran, hand-rolling dan pengemasan, pencetakan, sampai pemolesan akhir sebelum rokok-rokok tersebut dipasarkan ke konsumen. Tak hanya itu, benda-benda langka seperti sepeda 'unta', meja, kursi, lemari, dan lampu kuno, telepon model zaman dulu, sepeda motor unik, oven tradisional Sumbawa, peralatan drum band dan marching band lengkap dengan seragamnya, tiruan warung tradisional, brankas model kolonial Belanda. Disini juga terdapat beberapa penjaga museum yang akan menjelaskan seluk beluk tentang  bangunan dan sejarah Sampoerna.




















 
Di bagian tengah bangunan utama, terdapat berbagai foto dari direktur dan komisaris Sampoerna. Selain itu terdapat berbagai koleksi rokok dan korek api yang dipamerkan di sini. Lalu di ruang paling belakang masih di bangunan utama, terdapat berbagai alat produksi rokok dari Sampoerna pada masa awal. Misalnya alat produksi rokok serta mesin cetak tua. disana juga bisa melihat berbagai peralatan riset untuk pembuatan rokok dari departemen R&D pada masa itu.



















Pada bagian belakang bangunan utama bisa disaksikan proses pembuatan rokok di salah satu ruangan pabrik ini dari panggung di lantai 2 bangunan utama. Pabrik dibuka pada hari Senin hingga Sabtu dari jam 6 pagi hingga 3 sore. Ada 234 pekerja yang membuat produk tembakau di ruangan ini dengan latar belakang musik tradisional. Setiap pekerja mampu memproduksi 325 batang rokok per jam! Namun pada kesempatan ini, kami tidak bisa memperlihatkan gambar para pekerja karena pada saat kami berkunjung pabrik sedang libur dan oleh pemandu kami dimuseum, kami dilarang mengambil gambar ruangan yang biasa dipakai untuk melinting rokok. Ini bisa membuat penasaran pembaca untuk bisa datang langsung kesana.

 
Rumah Keluarga Sampoerna tidak dibuka untuk umum. Letaknya di bangunan sebelah Barat Museum. Di antara Museum dan Rumah Keluarga Sampoerna ada sebuah tempat parkir berisi mobil Rolls Royce dengan plat nomor SL 234 yang melambangkan merk dagang sebuah rokok produksi Sampoerna, yaitu Djie Sam Soe = 2 3 4.

Sejak 9 Juni 2009, House of Sampoerna juga menyediakan angkutan bis tamasya gratis ke tempat-tempat bersejarah di Surabaya lainnya (Surabaya Heritage Track atau SHT) kepada pengunjung museum secara gratis pada waktu-waktu yang dijadwalkan. Sehingga pengunjung House of Museum bisa menambah wawasan seputar sejarah yang ada di kota surabaya.


Rombongan Mahasiswa Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat


 sumber :
http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/272-house-of-sampoerna.html

 http://angelinakusuma.blogspot.com/2009/07/berwisata-sejarah-di-house-of-sampoerna.html







Tidak ada komentar:

Posting Komentar